Feeds:
Pos
Komentar

Archive for Maret, 2012

Berteriaklah sepuasnya. Dua kata yang sangat saya anjurkan saat menikmati vakansi satu ini. Sungai Pekalen namanya. Terbentang membelah 3 kecamatan sekaligus yaitu kecamatan Tiris, kecamatan Maron, dan kecamatan Gading. Seluruhnya berada dalam radius kota Probolinggo, Jawa Timur. Rute Pekalen Atas sepanjang 12 km menjadi pilihan sempurna. Waktu tempuh tak kurang dari 2 jam pengarungan. Mata air sungai ini bersumber dari kaki Gunung Lamongan dan Argo Puro. Bersama Gebrakers, para sahabat kembara alam, kami tertegun melewati lukisan alam di tengah bengawan molek ini.

Dainty Waterfalls and Bats

Salah satu poin plus memilih wisata arung jeram ketika musim hujan adalah kondisi debit air. Curah hujan yang relatif konstan menjadikan arus cukup deras. Tentu saja dengan tetap memperhatikan prosedur keamanan. Tipikal jeram-jeram terjal mendominasi kontur sungai Pekalen. Di antaranya seperti Double Drop, yaitu kategori jeram di tengah batuan-batuan besar yang mengapit. Standing Wave yaitu varian jeram menyerupai gelombang laut sedang. Tak jarang, benturan dengan dinding sungai kian memperkuat arus. Perpaduan liar ini akan menghasilkan lompatan-lompatan perahu ke depan dan belakang. Sangat menyenangkan. Tidak ketinggalan ada pula Turbulance, dimana jeram cenderung menarik badan perahu akibat pusaran deras di bawah permukaan air. Asal mengikuti instruksi sang skipper, berbagai varian tantangan riam tersebut sangat cocok bagi pecinta olahraga air ini.

Sampai disitu saja? Tentu tidak. Rupanya Pekalen menyembunyikan pesona loka berlipat ganda. Sepanjang jalur pengarungan, kami disuguhkan deretan air terjun bertirai. Terjuntai anggun dari satu tebing ke tebing lainnya. Pemandangan ini semakin memanjakan mata. Saya hampir lupa menghapal jumlah 10 air terjun yang dilewati karena terlalu asyik bermain. Skipper perahu kami, seorang pria muda bernama mas Tarzan, mengatakan masih ada kejutan lain menanti. Beliau membawa kami masuk ke dalam lapisan tebal air terjun tadi. Tubuh kami satu-persatu tersiram semburat air besar bertubi-tubi dari atas. “Lagi! Lagi! Lagi”, teriak kami sembari berdecak kegirangan.

Bonus selanjutnya muncul tak lama ketika perahu bergerak melintas area dalam di balik air terjun tadi. Kami disambut ribuan kelelawar anggara bertengger di atasnya. Aroma guano (kotoran kelelawar) tercium tajam dari segala penjuru. Suara “Koak.. Koaaakk..” khas ala binatang malam ini pun terdengar disana-sini. Kami diperbolehkan berhenti di beberapa bebatuan besar untuk mengabadikan maha karya tersebut. Goa Kelelawar menjadi titik kulminasi semua petualangan penuh adrenalin ini. Benar-benar sensasi!

Songa Adventure

Jika ingin menjajal rangkaian wisata di atas, saya merekomendasikan Songa Adventure sebagai provider pilihan. Selain kualitas safety equipment dan pemandu yang sangat jitu. Songa juga memfasilitasi pilihan kuliner untuk makan siang dengan menu masakan Jawa yang khas dan lezat. Oia jika tidak memiliki underwater camera atau aquapack untuk membungkus kamera kesayangan, jangan khawatir. Kita bisa tetap mendapatkan dokumentasi foto selama arung jeram berlangsung, lewat tim fotografer Songa. Agenda Pekalen ditutup dengan senyum laksmi di wajah saya.

Jelajahi negeri dengan tawa

Andyna Sary

Sumber

 

Iklan

Read Full Post »